Skip to main content

Pengalaman Management Trainee (Mill) di PT. KLK Agriservindo, Berau, Kalimantan Timur (September 2020) | PART 10

"Sedikit begitu Konvensional"

Pabrik Kelapa Sawit (PKS)

        Saya tidak pernah sebelumnya membayangkan industri yang satu ini. Di pikiran saya selama kuliah, industri yang sering disebut kalau bukan oil and gas, pembangkit daya listrik, atau ya industri oleochemical. Mungkin ini juga terkait kurangnya relevansi teknik fisika dengan industri PKS (Industri hulu sawit) yang kalau menurut opini saya pribadi sih..... "Sedikit begitu Konvensional".

"Sedikit begitu Konvensional"

        Saya menggunakan kalimat di atas untuk mendeskripsikan industri sawit (PKS) berdasarkan apa yang telah saya lihat, alami dan pelajari. Berbeda dengan industri sebelah yang masih satu turunan dengan insdutri ini, sebut saja industri Oleo atau lengkapnya Oleochemical. Oleo sendiri sesuai namanya berarti produk minyak nabati. CPO yang yang dihasilkan PKS akan dikirimkan ke pabrik oleo untuk diolah kembali. 

        Produk utama  PKS adalah Crude Palm Oil (minyak sawit mentah) maupun produk samping seperti shell/cangkang dan fiber hasil proses yang bisa dijual ke perusahaan lain untuk keperluan bahan bakar boiler pembangkit listrik. Sedangkan produk utama oleo adalah olein dan stearin yang nantinya diolah menjadi sabun, sampo, margarin, dan minyak goreng yang biasa kalian gunakan. Bahkan kabarnya, sebentar lagi akan ada bahan bakar diesel B100, yang merupakan olahan dari minyak kelapa sawit juga (saya juga gak begitu paham wkwk) yang juga diproduksi dari industri oleo. Hebat bukan? 

        Industri oleochemical bisa dikatakan sudah memasuki industri yang lebih canggih ketimbang PKS. Misalnya dari sistem kontrol dan otomasinya, rata-rata industri oleochemical sudah menggunakan otomasi sistem terpusat. Operatornya pun biasanya berada di Control Room dan mereka minimal merupakan lulusan D3. Artinya pada industri oleochemical, dibutuhkan orang-orang yang tidak hanya paham secara teknis, namun juga bisa menjelaskan kenapa sesuatu itu terjadi berdasarkan pemahaman teoritis mereka. Saya tidak pernah sebelumnya masuk industri ini sih, hanya opini pribadi berdasarkan cerita dari teman yang bekerja di industri oleo. Produk komoditi oleo juga memiliki nilai jual yang lebih tinggi ketimbang CPO. Mungkin ini yang menjadi alasan utama mengapa mereka memasuki sistem yang lebih canggih dan maju.

Saya gak akan bahas banyak terkait oleo karena saya tidak punya pengalaman disana wkwk. Yang saya mau bahas disini tentunya adalah pabrik PKS dan seluruh pengolahannya.

Buah Sawit dan PKS

dari luar ke dalam : daging buah (ada fiber), cangkang, kernel (warna putih)


        Oiya buat kalian yang belum tahu, dalam satu tandan sawit itu terdiri dari : Tandan dan Buah. Buah ini tersusun lagi atas : nut dan daging buah. Nah, nut ini tersusun lagi atas : kernel dan shell. Sementara itu daging buah tersusun atas fiber. Wkwk panjang bukan? Jadi dalam satu tandan sawit, terdapat : Tandan, cangkang/shell, kernel, daging buah yang terdapat fiber didalamnya. Nah, minyak /CPO itu berasal dari tandan, kernel, dan tentunya daging buah. Sedangkan fiber dan shell akan digunakan sebagai bahan bakar boiler. Pabrik sawit juga tidak semuanya mengolah kernel untuk memperoleh minyak, karena mereka harus memiliki stasiun Kernel Crushing Plant. Misalnya di pabrik ini, kernel tidak diolah secara pribadi, melainkan dikirim lagi ke pabrik KLK lain yang ada di Riau dan Bangka Belitung untuk diekstrak minyaknya.

diagram proses sederhana di PKS

        Gambar di atas saya abadikan dengan kamera HP saya. Lukisan itu terdapat di dinding workshop pabrik. Mungkin kalian akan berpikir, "mana mungkin orang zaman dahulu udah kepikiran untuk mengekstrak minyak dari buah sawit" wkwkw saya juga berpikir begitu pertama kali melihat lukisan ini. Terlepas dari benar atau tidaknya wkwk lukisan ini secara sederhana menjelaskan proses yang ada di PKS. Kalau saya mengambil inti berdasarkan apa yang sudah saya pelajari juga, PKS sebenarnya masih menggunakan peralatan mekanik dan elektrik sederhana. Prinsipnya ya secara mekanis maupun secara kimia untuk menghasilkan produk mereka. Begini detail sederhananya dari lukiasan di atas:

  • -Sterilizing : Perebusan buah agar lunak dan mudah dilakukan pemisahan antara buah dengan tandan, maupun pemisahan antara daging dengan nut (kimia)
  • Threshing : Proses pembantingan buah untuk melepaskan buah dari tandan (mekanis)
  • Digesting : Pemisahan antara daging dengan nut (mekanis)
  • Pressing : Proses pengempaan/pemerasan buah untuk mengeluarkan minyak dari daging buah (mekanis)
  • Clarification : Proses pemurnian minyak untuk pembuangan air maupun pasir yang terdapat pada minyak (kimia)
Begitulah penjelasan alur proses PKS secara sederhana. Mudah bukan? wkwkw tapi tidak se simpel itu keadaan di lapangannya wkwkwkwkwkwk. Mungkin untuk detail lengkapnya akan saya jelaskan di bagian berikutnya.


Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Management Trainee (Mill) di PT. KLK Agriservindo, Berau, Kalimantan Timur (Juli 2020) | PART 3

Bimbang.... Yogyakarta (Juli 2020) Setelah second stage interview KLK, sebenarnya saya mengikuti 2 final interview di perusahaan lain (bukannya saya sombong, hanya memberikan point of view lain aja). Satu pabrik kertas terbesar di Indonesia yang berlokasi di Riau, satunya lagi di salah satu perusahaan refurbishment Valve di Tangerang. Keduanya juga memberikan penawaran kepada saya, namun pertimbangan terbesar saya waktu itu ada 2 :  Jabatan dan Gaji Ya wajar aja, saya mencoba realistis dengan money oriented ketika saya masih fresh graduate. "Perusahaan asing nih, ntar bisa jadi manager juga. Masalah lokasi di tengah hutan, urusan belakangan aja lah, toh juga dulu kecilnya dekat kebun sawit", pikir saya. Tanpa pikir panjang (dengan pertimbangan selama 2 hari wkwk),hari H ketika saya menerima email kelulusan dari KLK, saya langsung menolak 2 perusahaan tersebut dan memilih KLK. Tahap selanjutnya adalah offering secara virtual melalui Microsoft Team sehari setelah email dikirim....

Pengalaman Management Trainee (Mill) di PT. KLK Agriservindo, Berau, Kalimantan Timur (Juli 2020) | PART 1

Kerja di KLK ?                    Sebenarnya ini salah satu pengalaman yang berkesan dalam hidup saya, walau akhirnya tidak jodoh dengan perusahaan bersangkutan. Bukan berarti semua yang berkesan harus berbuah manis kan? Hehehe.. Juli 2020, Yogyakarta           Saya diundang untuk interview (via Microsoft Team) atas lamaran yang saya apply. Ya, PT. KLK Agriservindo, perusahaan asal Malaysia yang bergerak di bidang perkebunan dan pengolahan hasil kelapa sawit. Saat itu saya melamar posisi MT Mill (Pabrik), karena saya rasa....ya lebih tepat aja dengan latar belakang studi saya wkwk.  Beginilah proses interviewnya yang masih saya ingat : Pukul 09.00 (First Stage Interview)           Saya mendapat kesempatan untuk interview dengan salah satu petinggi KLK, Bapak tersebut warga negara Malaysia. Beliau meminta saya untuk memperkenalkan diri dengan Bahasa Inggris. "Good ...

Membuat PLC dan HMI program untuk flowmeter | INSTRUMENT PART 7

PLC and HMI Programming Using TIA PORTAL V16 SIEMENS Dah lama nih gak nulis tentang instrumen lagi. Di bagian ini saya akan mencoba membuat program PLC dan HMI untuk pengukuran laju aliran menggunakan flow transmitter tentunya. Oiya saya mau cerita sedikit tentang instrumen khususnya PLC  wkwk. Dulu pas kuliah seperti yang pernah saya sampaikan, peminatan saya sebenarnya abu-abu wkwk. Abu-abu dalam artian saya selalu cari aman kalau ngambil mata kuliah. Berhubung PLC merupakan mata kuliah peminatan dan saya dari dulu merupakan orang yang benci segala sesuatu yang berbau "programming", akhirnya saat itu saya putuskan untuk tidak ambil matkul PLC wkwk. Nah baru setelah lulus, saya mengikuti pelatihan PLC di CITA (Center for Instrumentation and Automation) Institut Teknologi Bandung. Awalnya saya mengikuti dengan sedikit sulit (karna saya lemah di logika wkwk), namun tetap bisa mengikuti pelah-pelan lah wkwk. ITB 2019 Berhubung Siemens tidak memiliki produk data logger, sementar...