Skip to main content

Sensor | INSTRUMENT PART 1

Apakah termometer raksa itu merupakan sensor?

Izinkan saya menjelaskan pemahaman saya mengenai salah satu fungsi dari instrumentasi, yaitu fungsi pengukuran. Mungkin ini terlihat sedikit membosankan/sulit dimengerti, namun saya akan berusaha menjelaskan se awam mungkin (as awam as possible aowkwkw).

Covid's thermometer :)

Mungkin kalian gak asing dengan gambar di atas, terutama terkait dengan masa pandemi saat ini. Banyak orang bertanya kepada saya belakangan ini dengan kalimat,"Kerja dimana sekarang frank?". "Kerja di perusahaan distributor alat-alat pabrik, misalnya sensor" ucap saya mencoba menjelaskan secara umum. 

"Sensor itu apa sih?", tanya mereka balik.

Saya yakin mereka sebenarnya sudah sering lihat, bahkan sudah menggunakannya seperti termometer COVID . Namun ya tetap aja kita gak bisa maksa orang lain untuk memahami apa yang mereka lihat atau bahkan gunakan. Mungkin mereka tahunya dengan istilah "alat untuk ngukur suhu", seperti yang booming sekali digunakan saat masa pandemi ini. Tapi tahukah mereka bahwa itu nama sebenarnya "sensor suhu"?

Sensor itu sederhananya seperti alat indra pada manusia. Bedanya tentunya di  variabel/hal apa yang dirasakan? Kalau pada manusia yang bisa dirasakan itu kayak manis/pahit, panas/dingin, wangi/bau, rabaan, suara. Kalau untuk sensor, measured variabelnya itu ya besaran fisis. 

4 Contoh measured variabel secara umum : temperatur, kecepatan aliran cairan/fluida, level/ketinggian/jarak, dan tekanan.

Oiya mungkin kalian berpikir, kan masih banyak besaran fisis lain yang bisa diukur, seperti berat atau massa, kecepatan, sensor mendeteksi keberadaan suatu benda (approximity), sensor kemiringan dan banyak variabel lagi. Tapi pada bagian berikutnya saya hanya fokus kepada 4 variabel umum di atas.


Kamu tahu gak sih?

Bisa jadi kalian sedikit keliru ketika saya bertanya tentang hal ini :

Apakah termometer raksa itu merupakan sensor?

termometer raksa


Kalian pasti akan menjawab bahwa itu merupakan sensor, karena mengukur suhu, itu simpelnya. Namun ada yang harus sedikit kalian koreksi tentang pemahaman ini.

Termometer raksa itu adalah alat ukur, namun bukan sensor. Inti kalimat yang bisa menjelaskan ini adalah : Semua sensor adalah alat ukur, namun tidak semua alat ukut adalah sensor

Sensor adalah perangkat/device yang mengubah besaran fisis terukur menjadi sinyal listrik. Ada kata "sinyal listrik", yang menjadi inti dari definisi sensor.

Kalau kalian masih bingung terkait contoh di atas, saya akan mencoba menjelaskan :

Di dalam variabel, terdapat 3 istilah :

  1. Variabel Manipulasi : Penyebab perubahan nilai  variabel respon
  2. Variabel Respon : Variabel yang timbul akibat adanya variabel manipulasi
  3. Variabel Kontrol :Dijaga konstan
chicken's chick

Misalnya seperti gambar di atas:
Apa saja variabel yang mempengaruhi pertumbuhan anak ayam?
Variabel Manipulasi : Jenis makanan
Variabel Respon : Pertambahan pertumbuhan (berat/tinggi)
Variabel kontrol : besar kandang dan kondisi lingkungan yang dijaga konstan (sama)

Oke back to sensor :




Ya sebenarnya ini sedikit membutuhkan pengetahuan kita sih. Jadi bisa dilihat di atas kan bahwa definisi sensor itu sejatinya ada pada variabel kontrol suatu alat ukur. Kalau output/variabel kontrol alat ukur tersebut mengubah nilai sinyal listrik (apakah itu tahanan, tegangan, atau arus), maka dapat dikatakan alat ukut tersebut adalah sensor. 

Misalnya seperti termometer COVID / infrared termometer. Termometer ini akan menangkap pancaran sinar inframerah yang secara alamiah dipancarkan oleh semua mahluk hidup. Intensitas inframerah ini lah simpelnya yang akan diterima kemudian diubah menjadi perubahan arus atau tahanan listrik di dalam sensor. Sedangkan kenapa termometer raksa tidak dikatakan sensor? Ya karena outputnya hanya mengubah nilai panjang kolom raksa melalui prinsip pemuaian panas.



timbangan digital (kiri) vs timbangan manual/analog (kanan)

Contoh lainnya adalah gambar di atas. Ini juga membutuhkan sedikit pengetahuan untuk memahaminya. Jelas bahwa timbangan biasa (sebelah kanan) bukan merupakan sensor. Karena variabel kontrolnya adalah tegangan pegas di dalam timbangan seperti gambar di bawah ini :
prinsip kerja timbangan biasa/analog secara mekanik menggunakan pegas


Untuk timbangan sebelah kiri (timbangan digital), jelas merupakan sensor. Karena besaran fisis berupa berat (tekanan) yang akan mengubah nilai arus listrik di dalam timbangan. Sedikit susah bukan? Wkwkwk bahkan untuk orang teknik sekalipun masih sedikit sulit membedakannya jika tidak paham prinsip kerja alatnya.

Okei kalau kalian sudah sedikit paham wkwk. Bagaimana dengan jarum yang ini? Sensor atau bukan? Goodluck :)




Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Management Trainee (Mill) di PT. KLK Agriservindo, Berau, Kalimantan Timur (Juli 2020) | PART 1

Kerja di KLK ?                    Sebenarnya ini salah satu pengalaman yang berkesan dalam hidup saya, walau akhirnya tidak jodoh dengan perusahaan bersangkutan. Bukan berarti semua yang berkesan harus berbuah manis kan? Hehehe.. Juli 2020, Yogyakarta           Saya diundang untuk interview (via Microsoft Team) atas lamaran yang saya apply. Ya, PT. KLK Agriservindo, perusahaan asal Malaysia yang bergerak di bidang perkebunan dan pengolahan hasil kelapa sawit. Saat itu saya melamar posisi MT Mill (Pabrik), karena saya rasa....ya lebih tepat aja dengan latar belakang studi saya wkwk.  Beginilah proses interviewnya yang masih saya ingat : Pukul 09.00 (First Stage Interview)           Saya mendapat kesempatan untuk interview dengan salah satu petinggi KLK, Bapak tersebut warga negara Malaysia. Beliau meminta saya untuk memperkenalkan diri dengan Bahasa Inggris. "Good ...

Pengalaman Management Trainee (Mill) di PT. KLK Agriservindo, Berau, Kalimantan Timur (Juli 2020) | PART 3

Bimbang.... Yogyakarta (Juli 2020) Setelah second stage interview KLK, sebenarnya saya mengikuti 2 final interview di perusahaan lain (bukannya saya sombong, hanya memberikan point of view lain aja). Satu pabrik kertas terbesar di Indonesia yang berlokasi di Riau, satunya lagi di salah satu perusahaan refurbishment Valve di Tangerang. Keduanya juga memberikan penawaran kepada saya, namun pertimbangan terbesar saya waktu itu ada 2 :  Jabatan dan Gaji Ya wajar aja, saya mencoba realistis dengan money oriented ketika saya masih fresh graduate. "Perusahaan asing nih, ntar bisa jadi manager juga. Masalah lokasi di tengah hutan, urusan belakangan aja lah, toh juga dulu kecilnya dekat kebun sawit", pikir saya. Tanpa pikir panjang (dengan pertimbangan selama 2 hari wkwk),hari H ketika saya menerima email kelulusan dari KLK, saya langsung menolak 2 perusahaan tersebut dan memilih KLK. Tahap selanjutnya adalah offering secara virtual melalui Microsoft Team sehari setelah email dikirim....

Membuat PLC dan HMI program untuk flowmeter | INSTRUMENT PART 7

PLC and HMI Programming Using TIA PORTAL V16 SIEMENS Dah lama nih gak nulis tentang instrumen lagi. Di bagian ini saya akan mencoba membuat program PLC dan HMI untuk pengukuran laju aliran menggunakan flow transmitter tentunya. Oiya saya mau cerita sedikit tentang instrumen khususnya PLC  wkwk. Dulu pas kuliah seperti yang pernah saya sampaikan, peminatan saya sebenarnya abu-abu wkwk. Abu-abu dalam artian saya selalu cari aman kalau ngambil mata kuliah. Berhubung PLC merupakan mata kuliah peminatan dan saya dari dulu merupakan orang yang benci segala sesuatu yang berbau "programming", akhirnya saat itu saya putuskan untuk tidak ambil matkul PLC wkwk. Nah baru setelah lulus, saya mengikuti pelatihan PLC di CITA (Center for Instrumentation and Automation) Institut Teknologi Bandung. Awalnya saya mengikuti dengan sedikit sulit (karna saya lemah di logika wkwk), namun tetap bisa mengikuti pelah-pelan lah wkwk. ITB 2019 Berhubung Siemens tidak memiliki produk data logger, sementar...