Skip to main content

Siemens Remote Display RD 300, RD500 dan SENTRON PAC 3100 | INSTRUMENT PART 16

Berbicara mengenai Remote Display untuk instrumen, Siemens memiliki beberapa series produk. Ada RD 200 dan RD 300 sebagai display biasa, dan ada RD 500 yang lebih ke arah device manager yang memiliki fitur mumpuni seperti sebagai data logger.

RD 300

Untuk seri RD 300, device ini memiliki fungsi untuk menampilkan nilai sinyal yang diterima. Fitur lainnya seperti fitur relay (lengan kontak) yang dapat di setting untuk memberikan sinyal kepada device additional lain seperti pilot lamp maupun indikator lainnya. Device yang satu ini biasanya digunakan untuk troubleshoot/pengecekan pada instrumen yang bermasalah.

Wiring

Untuk wiringnya begitu sederhana. Seperti looping 4/20 mA, beban yang biasanya diisi oleh peran Kontroler seperti PLC , disini digantikan oleh RD 300.

RD 300 wiring to slave


Setting
Untuk setting RD 300, kita dapat memilih jenis loopingnya. Apakah yang digunakan looping arus, atau looping tegangan (tergantung koneksi pin pada terminal). Parameter utama yang perlu disetting sih lebih ke arah scalling. Scalling disini harus disesuaikan dengan span transmitter yang kita gunakan. Misalnya kita menggunakan Sitrans P320 dengan span 0-1600 mbar. Di scalling RD 300 kita input lower scale 0 dan upper scale 1.6 (bar). Sedangkan bila kita menggunakan Radar Level Transmitter, kita setting scalling sesuai span radar. Jikalau radar diinput dengan Low Calibration 5 meter, maka kita setting scaling RD300 0 hingga 5 meter. Jikalau kita menggunakan mode distance, maka kita setting 4 mA = 5 m dan 20 mA = 0 m. Jadi intinya disesuaikan dengan span transmitter dan tipe pengukuran transmitter yang berbeda.

Jika kita ingin menggunakan mode relay, maka yang perlu disetting adalah variabel set-reset. Misalnya kita menggunakan Lampu indikator untuk hidup pada level state >3m. Maka kita input variabel set dengan nilai 3, dan jikalau ingin lampu mati ketika <3, kita dapat input variabel reset sebesar 2.9. 
**** set = kondisi dimana Common terhubung dengan NO 
**** reset = kondisi dimana Common terhubung dengan NC

RD 300 wiring using transmitter and relay

Untuk satu RD300, hanya dapat digunakan untuk 2 transmitter dan 4 lengan kontak (relay).

RD 500

RD 500 sendiri lebih lengkap bila dibandingkan RD 300. Device seri ini dapat dikatakan memiliki fungi sebagai device manager. Keunggulan utamanya adalah sebagai data logger yang dapat dihubungkan dengan PC. Untuk koneksi antara RD500 dengan slave hanya bisa menggunakan MODBUS, tidak bisa 2 wire atau 4 wire. Jadi untuk slavenya harus kompatibel menggunakan MODBUS.

Langkah Konfigurasi RD 500 dan Slave

1.  Pastikan koneksi kabel MODBUS sudah benar. Koneksi antar slave dan RD 500 menggunakan kabel komunikasi RJ45. Kabel RJ 45 merupakan kabel Ethernet, namun kepala kabel Ethernet dilepas. Koneksi Modbus dari Slave 1 ke Slave -n dapat dijumper seperti biasa (secara paralel). Kemudian dari slave yang paling dekat, hubungkan ke pin komunikasi RD 500. Untuk kabel RJ 45 ke pin RD 500, kepala kabel RJ 45 nya tidak boleh dilepas.

2. Setting slave address secara berbeda. Misalnya untuk slave 1 kita menggunakan MultiRanger (Level Transmitter),  slave 2 kita menggunakan PAC 3100 (Power Meter), dan slave 3 menggunakan FM MAG 6000. Setting address number masing-masing slave dengan nilai yang berbeda. Slave address ini yang nantinya akan dimasukkan ke nilai drop number saat konfigurasi RD 500. 

3. Konfigurasi RD 500

Hubungkan pin power RD 500 ke sumber 24 VDC. Hubungkan Kabel Ethernet dari RD 500 ke laptop atau PC. Pastikan laptop memiliki port Ethernet.  Dalam kasus ini, gunakan kabel RJ45 yang kedua ujungnya masih memiliki kepala.

3.1 Ubah IP address port Ethernet

Buka network and sharing center, kemudian klik properties, dan klik IP/TCP. Ubah IP sesuai dengan IP yang ada di RD 500. Meskipun IP ini dirubah, kita masih tetap dapat terhubung ke Internet. Karna dalam kasus ini, IP yang diubah merupakan IP kabel Ethernet bukan IP Wifi. Nah setelah IP di laptop disamakan dengan IP RD 500, buka web browser. Nah seketika akan muncul tampilan user dan password yang harus diisi.

Username : admin
Password : rd500

Di atas merupakan user dan pass default siemens.

3.2 Masukkan address slave

Pilih configure --> I/O --> MODBUS. Ikuti langkah di bawah :

*) Atur baudrate, parity, data bits, dan stop bits. Ini harus sama dengan setingan komunikasi pada slave.

*) Pada bagian device, ada tertera node. Node tersebut sama dengan address slave. Jadi misalnya kita menggunakan 3 slave seperti contoh di atas, maka pada device 1 kita isi MultiRanger dengan nilai node sesuai dengan setingan address di MultiRanger.

slave address configurating

*) Pilih configure pada setiap device

*) Variable Address merupakan alamat variabel yang ingin kita read. 

Note : nilai address pada masing-masing slave harus dilihat pada manual/datasheet device yang bersangkutan. Misal kita ingin membaca nilai pembacaan multiranger, maka dapat dilihat address pada manual multiranger. Untuk multiranger ternyata address yang dimasukkan adalah sebesar 401010 seperti gambar dibawah.

 Variable address configurating

*)Untuk sign, before DP, dan after DP nya disesuaikan dengan kemauan kita.

 Variable address configurating

*)Lakukan langkah di atas pada setiap slave device (ulangi konfigurasi untuk slave 2 dan slave 3 dan tetap cari variabel address slave pada manual device bersangkutan)

*)Setelah konfigurasi variabel address, kita buat log.

Logging Configuration

Misalnya seperti gambar di atas, kita buat file csv dengan nama datalog. Interval selama 1 menit, maka dalam 1 hari akan terdapat = 60 data/jam x 24 jam/hari = 1440 data/hari. Kemudian log dengan nama datalog ini kita input ke variable address yang kita buat sebelumnya :

Insert Logging on variable address

Setelah semua kita buat, kita harus check apakah address variable dan konfigurasinya sudah benbar atau belum. Pilih overview, dan check apakah statusnya OK atau masih ada eror. Jikalau masih ada eror maka kita harus cek kembali apakah address dan sign nya sudah benar atau masih salah. Jikalau sudah benar semua, kita dapat cek log nya dan salah satu contoh log yang pernah saya lihat seperti di bawah :

Data Logger on csv format

Di atas merupakan contoh RD 500 dengan slave Powermeter PAC 3100 yang dipasang pada gedung sebuah gereja. Data-data di atas menggunakan interval 1 menit dan menampilan beban konsumsi energi dan data fisis kualitas listrik. Jikalau koneksi antara RD 500 dengan slave sudah benar, maka lampu indikator akan kedap kedip secara bergantian.


Tengkyu

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Management Trainee (Mill) di PT. KLK Agriservindo, Berau, Kalimantan Timur (Juli 2020) | PART 1

Kerja di KLK ?                    Sebenarnya ini salah satu pengalaman yang berkesan dalam hidup saya, walau akhirnya tidak jodoh dengan perusahaan bersangkutan. Bukan berarti semua yang berkesan harus berbuah manis kan? Hehehe.. Juli 2020, Yogyakarta           Saya diundang untuk interview (via Microsoft Team) atas lamaran yang saya apply. Ya, PT. KLK Agriservindo, perusahaan asal Malaysia yang bergerak di bidang perkebunan dan pengolahan hasil kelapa sawit. Saat itu saya melamar posisi MT Mill (Pabrik), karena saya rasa....ya lebih tepat aja dengan latar belakang studi saya wkwk.  Beginilah proses interviewnya yang masih saya ingat : Pukul 09.00 (First Stage Interview)           Saya mendapat kesempatan untuk interview dengan salah satu petinggi KLK, Bapak tersebut warga negara Malaysia. Beliau meminta saya untuk memperkenalkan diri dengan Bahasa Inggris. "Good ...

Pengalaman Management Trainee (Mill) di PT. KLK Agriservindo, Berau, Kalimantan Timur (Juli 2020) | PART 3

Bimbang.... Yogyakarta (Juli 2020) Setelah second stage interview KLK, sebenarnya saya mengikuti 2 final interview di perusahaan lain (bukannya saya sombong, hanya memberikan point of view lain aja). Satu pabrik kertas terbesar di Indonesia yang berlokasi di Riau, satunya lagi di salah satu perusahaan refurbishment Valve di Tangerang. Keduanya juga memberikan penawaran kepada saya, namun pertimbangan terbesar saya waktu itu ada 2 :  Jabatan dan Gaji Ya wajar aja, saya mencoba realistis dengan money oriented ketika saya masih fresh graduate. "Perusahaan asing nih, ntar bisa jadi manager juga. Masalah lokasi di tengah hutan, urusan belakangan aja lah, toh juga dulu kecilnya dekat kebun sawit", pikir saya. Tanpa pikir panjang (dengan pertimbangan selama 2 hari wkwk),hari H ketika saya menerima email kelulusan dari KLK, saya langsung menolak 2 perusahaan tersebut dan memilih KLK. Tahap selanjutnya adalah offering secara virtual melalui Microsoft Team sehari setelah email dikirim....

Membuat PLC dan HMI program untuk flowmeter | INSTRUMENT PART 7

PLC and HMI Programming Using TIA PORTAL V16 SIEMENS Dah lama nih gak nulis tentang instrumen lagi. Di bagian ini saya akan mencoba membuat program PLC dan HMI untuk pengukuran laju aliran menggunakan flow transmitter tentunya. Oiya saya mau cerita sedikit tentang instrumen khususnya PLC  wkwk. Dulu pas kuliah seperti yang pernah saya sampaikan, peminatan saya sebenarnya abu-abu wkwk. Abu-abu dalam artian saya selalu cari aman kalau ngambil mata kuliah. Berhubung PLC merupakan mata kuliah peminatan dan saya dari dulu merupakan orang yang benci segala sesuatu yang berbau "programming", akhirnya saat itu saya putuskan untuk tidak ambil matkul PLC wkwk. Nah baru setelah lulus, saya mengikuti pelatihan PLC di CITA (Center for Instrumentation and Automation) Institut Teknologi Bandung. Awalnya saya mengikuti dengan sedikit sulit (karna saya lemah di logika wkwk), namun tetap bisa mengikuti pelah-pelan lah wkwk. ITB 2019 Berhubung Siemens tidak memiliki produk data logger, sementar...