Skip to main content

INSTALASI dan COMMISIONNING CLAMP ON ULTRASONIC | INSTRUMENT PART 19

Pada bagian ini, saya mungkin akan sharing mengenai instalasi dan commisionning Flowmeter Ultrasonic Clamp-On. 

Seperti yang kita tahu, Flowmeter tipe Ultrasonic sendiri memiliki 2 tipe sensor, tipe in-line dan clamp-on. Pada tipe in-line. terbagi lagi menjadi 2 ; pertama ada yang include dengan potongan pipa (sensor dan pipa sudah dipasang di factory), kedua ada yang hanya berupa sensornya saja, sehingga pipa existing user nantinya harus di lubangi. Perlu kembali kita ingat bahwa tipe inline ini hanya menggunakan tipe pengukuran direct. Sedangkan clamp-on tidak ada yang include bersama pipa dari factory, karena pemasangannya yang simpel dan tidak perlu melubangi pipa.

Clamp On UT Flowmeter

InlineUT Flowmeter

Pada bagian ini saya akan sharing terkait prosedur instalasi dan commisionning Clamp On UT Flowmeter.

Device pada sistem ini adalah :
1. Sensor/Transducer
2. Transmitter
3. Sensor Housing 
4. Strapper (pengikat sensor ke pipa)
5. Couplant (Media cairan antara sensor dengan pipa)
6. Spacing Bar (Pengukur jarak antar sensor)
7. Kabel sensor ke transmitter
8. Amplas spoon

Tools :
Obeng plus dan minus
Multimeter
Kabel tambahan (opsional)

Prosedur
1. Tentukan letak pemasangan sensor di pipa. Sesuai manual, jarak minimum sensor UP (Hulu) dari obstacle (elbow, reducer, atau valve) adalah >= 10DN, sedangan jarak minimum sensor DOWN (Hilir) dari obstacle setelahnya adalah >= 5DN.

2. Setelah rencana letak sensor ditentukan, gunakan amplas untuk menghaluskan permukaan pipa. Pipa harus benar-benar bersih untuk meminimalkan sinyal yang dapat terdeviasi. Karena prinsip UT Flowmeter adalah dengan sistem emitter-receiver, sinyal harus diterima secara baik oleh receiver.

3. Masukkan sensor kedalam sensor housing, kemudian kencangkan baut.

4. Oleskan couplant pada permukaan bawah sensor. Couplant juga merupakan faktor penting agar sinyal dari sensor merambat secara uniform pada permukaan pipa.

5.Tempelkan sensor dan sensor housing pada pipa yang sudah diamplas. Lilitkan strapper pada badan pipa dan dudukan sensor. Kencangkan strapper hingga dudukan sensor tidak bergerak ketika digoyangkan.

6. Lakukan hal yang sama pada sensor down. Untuk menentukan jarak antara sensor UP dan DOWN, data-data harus diinput terlebih dahulu ke transmitter.

7. Input data pipa, fluida, dan tipe sensor ke transmitter. Data-data ini harus benar dan akurat, karena nantinya transmitter yang menentukan berapa spacing (jarak).



8. Setelah selesai input data, jangan lupa untuk lakukan installing drive pada tranmitter. Installing drive bertujuan untuk menyimpan semua data-data tadi.

9. Number index (jarak antar sensor) akan secara otomatis dihitung oleh transmitter.

10. Setelah mengetahui number index, atur jarak antar sensor menggunakan spacing bar. Pastikan jarak sensor sudah sesuai dengan index pada transmitter.

Transmitter with sapcing bar


Note : Number of index merupakan nilai jarak antar sensor yang dihasilkan dari perhitungan data pipa dan fluida (tebal pipa, liner ada atau tidak, material pipa, material liner, jenis dan suhu fluida). Number of index bertujuan agar sinyal yang dipancarkan sensor UP, secara sempurna diterima oleh sensor DOWN, tanpa adanya deviasi.

11. Jika semua data yang diinput benar, dapat dipastikan bahwa sinyal dan hasil pengukuran sudah akurat.

12. Hampir semua flowmeter memiliki satu syarat yang sama perihal akurasi pengukuran : Pipa harus dalam kondisi penuh fluida (Fully pipe fluid). 
Jawabannya sederhana : Karena kalau masih ada udara, media dan properties fluida itu berbeda dengan air dan akan memengaruhi pengukuran.

13. Sebenarnya kondisi pipa yang paling bagus  dipasang UT Flowmeter adalah pipa yang selalu penuh (tidak penting air mengalir atau tidak), karena UT menggunakan air sebagai media hambat sinyal. Lantas bagaimana jika kita ingin mengukur flow pada pipa yang setengah penuh? Solusinya adalah posisi sensor dipindahkan ke samping pipa.

pemasangan sensor disamping pipa

Intalasi sensor disamping pipa ini sebenarnya lebih aman dan baik untuk dilakukan. Alasan utamanya karena didalam fluida pasti ada udara. Udara akan naik dan mengisi rongga pipa bagian atas. Hal ini yang menyebabkan sinyal UT tidak diterima secara sempurna.

Oke mungkin itu saja yang dapat saya sharing untuk test and commisionning Clamp on UT.
Thanks


Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Management Trainee (Mill) di PT. KLK Agriservindo, Berau, Kalimantan Timur (Juli 2020) | PART 3

Bimbang.... Yogyakarta (Juli 2020) Setelah second stage interview KLK, sebenarnya saya mengikuti 2 final interview di perusahaan lain (bukannya saya sombong, hanya memberikan point of view lain aja). Satu pabrik kertas terbesar di Indonesia yang berlokasi di Riau, satunya lagi di salah satu perusahaan refurbishment Valve di Tangerang. Keduanya juga memberikan penawaran kepada saya, namun pertimbangan terbesar saya waktu itu ada 2 :  Jabatan dan Gaji Ya wajar aja, saya mencoba realistis dengan money oriented ketika saya masih fresh graduate. "Perusahaan asing nih, ntar bisa jadi manager juga. Masalah lokasi di tengah hutan, urusan belakangan aja lah, toh juga dulu kecilnya dekat kebun sawit", pikir saya. Tanpa pikir panjang (dengan pertimbangan selama 2 hari wkwk),hari H ketika saya menerima email kelulusan dari KLK, saya langsung menolak 2 perusahaan tersebut dan memilih KLK. Tahap selanjutnya adalah offering secara virtual melalui Microsoft Team sehari setelah email dikirim....

Pengalaman Management Trainee (Mill) di PT. KLK Agriservindo, Berau, Kalimantan Timur (Juli 2020) | PART 1

Kerja di KLK ?                    Sebenarnya ini salah satu pengalaman yang berkesan dalam hidup saya, walau akhirnya tidak jodoh dengan perusahaan bersangkutan. Bukan berarti semua yang berkesan harus berbuah manis kan? Hehehe.. Juli 2020, Yogyakarta           Saya diundang untuk interview (via Microsoft Team) atas lamaran yang saya apply. Ya, PT. KLK Agriservindo, perusahaan asal Malaysia yang bergerak di bidang perkebunan dan pengolahan hasil kelapa sawit. Saat itu saya melamar posisi MT Mill (Pabrik), karena saya rasa....ya lebih tepat aja dengan latar belakang studi saya wkwk.  Beginilah proses interviewnya yang masih saya ingat : Pukul 09.00 (First Stage Interview)           Saya mendapat kesempatan untuk interview dengan salah satu petinggi KLK, Bapak tersebut warga negara Malaysia. Beliau meminta saya untuk memperkenalkan diri dengan Bahasa Inggris. "Good ...

Membuat PLC dan HMI program untuk flowmeter | INSTRUMENT PART 7

PLC and HMI Programming Using TIA PORTAL V16 SIEMENS Dah lama nih gak nulis tentang instrumen lagi. Di bagian ini saya akan mencoba membuat program PLC dan HMI untuk pengukuran laju aliran menggunakan flow transmitter tentunya. Oiya saya mau cerita sedikit tentang instrumen khususnya PLC  wkwk. Dulu pas kuliah seperti yang pernah saya sampaikan, peminatan saya sebenarnya abu-abu wkwk. Abu-abu dalam artian saya selalu cari aman kalau ngambil mata kuliah. Berhubung PLC merupakan mata kuliah peminatan dan saya dari dulu merupakan orang yang benci segala sesuatu yang berbau "programming", akhirnya saat itu saya putuskan untuk tidak ambil matkul PLC wkwk. Nah baru setelah lulus, saya mengikuti pelatihan PLC di CITA (Center for Instrumentation and Automation) Institut Teknologi Bandung. Awalnya saya mengikuti dengan sedikit sulit (karna saya lemah di logika wkwk), namun tetap bisa mengikuti pelah-pelan lah wkwk. ITB 2019 Berhubung Siemens tidak memiliki produk data logger, sementar...