Skip to main content

Wellhead Control Panel - Part 1 | INSTRUMENT PART 20

Kali ini, saya akan membahas sedikit mengenai Wellhead Control Panel (WHCP) menurut pemahaman awam saya hahaha. 

Disclaimer dulu, saya hanya seorang junior instrument engineer yang baru memiliki pengalaman 1 tahun di bidang perminyakan wkwkwk. Sebelumnya saya memiliki pengalaman 2 tahun sebagai instrument engineer di salah satu vendor Siemens divisi control & field instrument. Jadi disini saya menjelaskan menurut pemahaman dasar saya saja hahaha. Oke mari kita bahas...

Wellhead Control Panel

Apa itu WHCP?

WHCP pengertian singkatnya adalah panel kontrol yang spesifik digunakan untuk mengatur aliran fluida yang berada di sumur dan menjalankan fungsi safety/keselamatan pada pengoperasian kepala sumur / wellhead. Sebelum itu, kita juga harus mengerti bahwa dalam dunia oil & gas, ketika minyak dan gas naik naik ke permukaan, maka ada komponen utama yang disebut Wellhead / Christmas Tree. Kenapa disebut Christmas Tree? Ya karna kalau secara bentuk fisis seperti pohon natal (mengerucut ke atas).

sumber : Link here

Nah disamping itu, ada beberapa komponen valve/katup utama yang terdapat pada wellhead, diantaranya:

1. Surface Control Subsurface Safety Valve / Downhole Safety Valve : Katup safety yang berada di bawah permukaan tanah.

2. Wing Valve : Katup yang terpasang secara horizontal (menyamping), bertujuan untuk menghentikan aliran dari sumur saat shut-in.

3. Surface Safety Valve (Upper & Lower) : Biasanya disebut master valve,  berupa katup tipe gate valve, yang bertujuan untuk k menahan tekanan tinggi dari dalam sumur

4. Choke Valve : digunakan untuk mengontrol aliran fluida (minyak, gas, atau campuran) yang keluar dari sumur.

Schematic diagram Wellhead

Dapat dilihat dari skematik, bahwa minyak mengalir ke wellhead pertama kali melewati DHSV/SCSSV, lalu master valve/ssv, lalu ke wing valve. Di wellhead sendiri, pipa yang diliwati oleh hidrokarbon (campuran minyak & gas), disebut flowline pipe. Sementara untuk beberapa sumur, ada injection line. 

Nah apa itu injection line?
Kita semua tahu, mengapa fluida minyak bisa naik ke permukaan melawan gaya gravitasi, adalah karna tekanan fluida yang tinggi. Nah untuk menjaga kestabilan tekanan ini agar sumur tetap bisa aktif dan memiliki tekanan yang cukup, maka beberapa sumur diberikan injeksi berupa air maupun gas. Nah injection line ini pada skematik di atas digambarkan pada line yang diberi keterangan annulus A.

Untuk Choke Valve sendiri, sebenarnya bukan bagian dari Wellhead, tapi biasanya selalu ada pada flowline setelah wellhead.

Nah kembali ke WHCP. Seperti yang saya sampaikan di atas, maka fungsi utamanya adalah untuk memonitor, mengontrol komponan, dan memastikan safety/keselamatan Wellhead. 

Bagaimana WHCP agar dapat mengontrol?
Kita sendiri tahu, bahwa sistem aktuator didunia instrumen itu terdiri dari beberap jenis. Apa itu aktuator? Aktuator menurut saya definisi awamnya adalah penggerak. Misal ketika kita membuka keran air di kamar mandi, dalam hal tersebut sebenarnya tangan kita secara tidak langsung adalah aktuatornya. Namun secara spesifik dalam dunia instrumen, aktuator adalah alat yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik/gerak.

Lalu ada apa saja sistem penggerak aktuator?
Sistem penggerak aktuator ada beberapa, diantaranya :
1. Sistem Pneumatik : Piston + Fluida penggeraknya berupa pressurized air / pressurized gas
2. Sistem Hidrolik : Piston + Fluida oil
3. Sistem Elektrik : motor listrik

Nah untuk komponen wellhead yang sudah saya sebut di atas, SCSSV menggunakan sistem hidrolik sebagai penggerak aktuator, sedangkan WV dan SSV menggunakan sistem pneumatik. Kalau yang saya pahami, sistem hidrolik itu digunakan untuk menghasilkan torsi mekanis yang besar, dalam hal ini karna SCSSV adalah komponen pertama yang dialiri minyak dan gas yang bertekanan tinggi, sehingga membutuhkan penggerak hidrolik. Sedangkan SSV dan WV menggunakan sistem pneumatik.

Komponen-komponen WHCP

Didalam panel WHCP, terdapat beberapa komponen, seperti :
1. Wellhead Control Module / WCM
2. Hydraulic Power Unit
3. Fusible Plug Charging Unit
4. Interface ke PCS atau SIS
5. Hydraulic Pump Local Control Panel

Pada bagian ini, mungkin cukup hal ini saja yang saya bahas, akan saya bahas detail lengkapnya di part berikutnya....

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Management Trainee (Mill) di PT. KLK Agriservindo, Berau, Kalimantan Timur (Juli 2020) | PART 3

Bimbang.... Yogyakarta (Juli 2020) Setelah second stage interview KLK, sebenarnya saya mengikuti 2 final interview di perusahaan lain (bukannya saya sombong, hanya memberikan point of view lain aja). Satu pabrik kertas terbesar di Indonesia yang berlokasi di Riau, satunya lagi di salah satu perusahaan refurbishment Valve di Tangerang. Keduanya juga memberikan penawaran kepada saya, namun pertimbangan terbesar saya waktu itu ada 2 :  Jabatan dan Gaji Ya wajar aja, saya mencoba realistis dengan money oriented ketika saya masih fresh graduate. "Perusahaan asing nih, ntar bisa jadi manager juga. Masalah lokasi di tengah hutan, urusan belakangan aja lah, toh juga dulu kecilnya dekat kebun sawit", pikir saya. Tanpa pikir panjang (dengan pertimbangan selama 2 hari wkwk),hari H ketika saya menerima email kelulusan dari KLK, saya langsung menolak 2 perusahaan tersebut dan memilih KLK. Tahap selanjutnya adalah offering secara virtual melalui Microsoft Team sehari setelah email dikirim....

Pengalaman Management Trainee (Mill) di PT. KLK Agriservindo, Berau, Kalimantan Timur (Juli 2020) | PART 1

Kerja di KLK ?                    Sebenarnya ini salah satu pengalaman yang berkesan dalam hidup saya, walau akhirnya tidak jodoh dengan perusahaan bersangkutan. Bukan berarti semua yang berkesan harus berbuah manis kan? Hehehe.. Juli 2020, Yogyakarta           Saya diundang untuk interview (via Microsoft Team) atas lamaran yang saya apply. Ya, PT. KLK Agriservindo, perusahaan asal Malaysia yang bergerak di bidang perkebunan dan pengolahan hasil kelapa sawit. Saat itu saya melamar posisi MT Mill (Pabrik), karena saya rasa....ya lebih tepat aja dengan latar belakang studi saya wkwk.  Beginilah proses interviewnya yang masih saya ingat : Pukul 09.00 (First Stage Interview)           Saya mendapat kesempatan untuk interview dengan salah satu petinggi KLK, Bapak tersebut warga negara Malaysia. Beliau meminta saya untuk memperkenalkan diri dengan Bahasa Inggris. "Good ...

Membuat PLC dan HMI program untuk flowmeter | INSTRUMENT PART 7

PLC and HMI Programming Using TIA PORTAL V16 SIEMENS Dah lama nih gak nulis tentang instrumen lagi. Di bagian ini saya akan mencoba membuat program PLC dan HMI untuk pengukuran laju aliran menggunakan flow transmitter tentunya. Oiya saya mau cerita sedikit tentang instrumen khususnya PLC  wkwk. Dulu pas kuliah seperti yang pernah saya sampaikan, peminatan saya sebenarnya abu-abu wkwk. Abu-abu dalam artian saya selalu cari aman kalau ngambil mata kuliah. Berhubung PLC merupakan mata kuliah peminatan dan saya dari dulu merupakan orang yang benci segala sesuatu yang berbau "programming", akhirnya saat itu saya putuskan untuk tidak ambil matkul PLC wkwk. Nah baru setelah lulus, saya mengikuti pelatihan PLC di CITA (Center for Instrumentation and Automation) Institut Teknologi Bandung. Awalnya saya mengikuti dengan sedikit sulit (karna saya lemah di logika wkwk), namun tetap bisa mengikuti pelah-pelan lah wkwk. ITB 2019 Berhubung Siemens tidak memiliki produk data logger, sementar...