Skip to main content

CONTROL VALVE - JANTUNG KONTROL PROSES (PART 2) | INSTRUMENT PART 22

 Oke pada bagian ini saya coba sedikit membahas isi/komponen didalam control valve.



Direct acting

Reverse acting

1. Aktuator

Komponen yang bertugas menggerakkan valve secara otomatis berdasarkan sinyal kontrol (biasanya 4–20 mA atau sinyal pneumatik).

Jenis aktuator bisa:

  • Pneumatik: menggunakan udara tekan.
  • Elektrik: menggunakan motor listrik.
  • Hidrolik: menggunakan tekanan cairan.

Aktuator inilah yang mendorong atau menarik stem untuk membuka atau menutup valve.

2. Diaphragm

Hanya ada pada actuator jenis pneumatik. Berfungsi untuk mengubah tekanan udara menjadi gerakan mekanik.

Saat tekanan udara masuk ke actuator, diafragma akan melengkung dan mendorong spring dan stem.

3. Stem

Batang panjang yang menghubungkan actuator dengan plug. Gerakan stem (naik turun atau putar) akan menyebabkan perubahan posisi plug, sehingga flow bisa dikontrol.

Stem juga harus cukup kuat dan lurus agar valve dapat membuka atau menutup dengan presisi.

4. Packing

Material penyekat di sekitar stem yang berfungsi mencegah kebocoran fluida keluar dari dalam body valve melalui celah stem.

Packing harus cukup rapat untuk mencegah kebocoran, tapi tidak boleh terlalu kaku agar stem tetap bisa bergerak.

5. Bonnet

Merupakan penutup atas valve body, tempat melekatnya stem, packing, dan yoke.

Bonnet juga berfungsi sebagai jalur masuk stem ke dalam valve dan biasanya dapat dibongkar pasang untuk keperluan perawatan.

6. Trim

Istilah umum yang mencakup semua bagian internal valve yang langsung kontak dengan fluida dan ikut berperan dalam kontrol aliran, seperti plug, seat, cage, dan terkadang juga guide.

Trim ini sangat penting karena mempengaruhi karakteristik aliran (equal %, linear, quick opening) dan ketahanan terhadap erosi/kavitasi.

7. Cage

Silinder berlubang yang membungkus plug. Cage berfungsi sebagai:

  • Guide (pembimbing) gerakan plug agar stabil,
  • Menentukan karakteristik aliran, tergantung bentuk lubang atau slot pada cage,
  • Menyerap sebagian gaya fluida.

Pada globe valve dengan desain balanced plug, cage juga membantu menyeimbangkan gaya dari tekanan fluida.

8. Plug

Komponen utama yang bergerak naik-turun atau berputar untuk mengatur luas bukaan aliran.

Plug bisa berbentuk:

  • Tirus (tapered),
  • Parabolic,
  • Bullet-type, dll.

Plug akan bergerak mendekati atau menjauhi seat untuk membuka atau menutup aliran.

9. Seat

Permukaan tempat plug menempel saat valve tertutup penuh.

Seat harus tahan aus karena sering terjadi gesekan dengan plug, terutama di proses on-off atau fluida erosif.

10. Yoke

Struktur penghubung antara actuator dengan body valve. Biasanya berbentuk batang atau rangka, menjadi tempat pemasangan positioner atau accessories lain seperti handwheel, feedback device, dll.

11. Travel

Merujuk pada jarak pergerakan stem dari posisi tertutup penuh (0%) ke terbuka penuh (100%).

Misalnya, travel 50 mm berarti plug bergerak sejauh 50 mm untuk membuka penuh.

12. Valve Body

Bagian utama yang menjadi wadah fluida dan tempat terjadi pengaturan aliran. Bentuk body bisa globe, angle, butterfly, ball, dsb.

Body juga yang menentukan rating tekanan dan koneksi pipa (flange/thread/welded).

13. Gland & Gland Flange

Bagian yang membantu menekan packing agar lebih rapat di sekitar stem. Gland biasanya bisa di-adjust saat terjadi kebocoran kecil di sekitar stem.

14. Positioner

Alat bantu untuk memastikan posisi valve sesuai sinyal kontrol. Positioner membaca sinyal dari controller dan mengatur tekanan udara ke actuator agar posisi stem tepat. Nah karena control valve menggunakan sistem pneumatik untuk menggerakkan aktuatornya, sementara untuk tau berapa % control valve itu harus ngebuka dipikirin oleh kontroler/dcs pusat, maka sinyal analog (4-20mA) dari kontroler dikonversi oleh si positioner dan mengubahnya menjadi standar sinyal tekanan (3-15 psi), lalu tekanan itu yang dipakai untuk membuka control valve dengan % bukaan tertentu.

Oke untuk aksesoris control valve akan saya bahas pada bagian selanjutnya...

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Management Trainee (Mill) di PT. KLK Agriservindo, Berau, Kalimantan Timur (Juli 2020) | PART 1

Kerja di KLK ?                    Sebenarnya ini salah satu pengalaman yang berkesan dalam hidup saya, walau akhirnya tidak jodoh dengan perusahaan bersangkutan. Bukan berarti semua yang berkesan harus berbuah manis kan? Hehehe.. Juli 2020, Yogyakarta           Saya diundang untuk interview (via Microsoft Team) atas lamaran yang saya apply. Ya, PT. KLK Agriservindo, perusahaan asal Malaysia yang bergerak di bidang perkebunan dan pengolahan hasil kelapa sawit. Saat itu saya melamar posisi MT Mill (Pabrik), karena saya rasa....ya lebih tepat aja dengan latar belakang studi saya wkwk.  Beginilah proses interviewnya yang masih saya ingat : Pukul 09.00 (First Stage Interview)           Saya mendapat kesempatan untuk interview dengan salah satu petinggi KLK, Bapak tersebut warga negara Malaysia. Beliau meminta saya untuk memperkenalkan diri dengan Bahasa Inggris. "Good ...

Pengalaman Management Trainee (Mill) di PT. KLK Agriservindo, Berau, Kalimantan Timur (Juli 2020) | PART 3

Bimbang.... Yogyakarta (Juli 2020) Setelah second stage interview KLK, sebenarnya saya mengikuti 2 final interview di perusahaan lain (bukannya saya sombong, hanya memberikan point of view lain aja). Satu pabrik kertas terbesar di Indonesia yang berlokasi di Riau, satunya lagi di salah satu perusahaan refurbishment Valve di Tangerang. Keduanya juga memberikan penawaran kepada saya, namun pertimbangan terbesar saya waktu itu ada 2 :  Jabatan dan Gaji Ya wajar aja, saya mencoba realistis dengan money oriented ketika saya masih fresh graduate. "Perusahaan asing nih, ntar bisa jadi manager juga. Masalah lokasi di tengah hutan, urusan belakangan aja lah, toh juga dulu kecilnya dekat kebun sawit", pikir saya. Tanpa pikir panjang (dengan pertimbangan selama 2 hari wkwk),hari H ketika saya menerima email kelulusan dari KLK, saya langsung menolak 2 perusahaan tersebut dan memilih KLK. Tahap selanjutnya adalah offering secara virtual melalui Microsoft Team sehari setelah email dikirim....

Membuat PLC dan HMI program untuk flowmeter | INSTRUMENT PART 7

PLC and HMI Programming Using TIA PORTAL V16 SIEMENS Dah lama nih gak nulis tentang instrumen lagi. Di bagian ini saya akan mencoba membuat program PLC dan HMI untuk pengukuran laju aliran menggunakan flow transmitter tentunya. Oiya saya mau cerita sedikit tentang instrumen khususnya PLC  wkwk. Dulu pas kuliah seperti yang pernah saya sampaikan, peminatan saya sebenarnya abu-abu wkwk. Abu-abu dalam artian saya selalu cari aman kalau ngambil mata kuliah. Berhubung PLC merupakan mata kuliah peminatan dan saya dari dulu merupakan orang yang benci segala sesuatu yang berbau "programming", akhirnya saat itu saya putuskan untuk tidak ambil matkul PLC wkwk. Nah baru setelah lulus, saya mengikuti pelatihan PLC di CITA (Center for Instrumentation and Automation) Institut Teknologi Bandung. Awalnya saya mengikuti dengan sedikit sulit (karna saya lemah di logika wkwk), namun tetap bisa mengikuti pelah-pelan lah wkwk. ITB 2019 Berhubung Siemens tidak memiliki produk data logger, sementar...