Skip to main content

TEKNIK FISIKA UGM - PART 2

Pada bagian ini, saya akan sedikit cerita mengenai dunia Instrument Engineer berdasarkan pemahaman saya. 

Disclaimer : Ini full murni opini saya berdasarkan pengalaman.

1. Gap antara dunia kuliah dan kerja (Vendor)

Ketika saya lulus kuliah, saya berkesempatan untuk berkarir di dunia instrument untuk pertama kalinya (vendor).

Pada posisi ini, saya mengemban tanggungjawab sebagai Instrument Engineer, dengan responsibilities :

  1. Survey ke site/client untuk mengetahui kebutuhan client
  2. Melakukan commisioning Field device/Instrument di lapangan dan memastikan semuanya sudah berfunsgi secara baik.
  3. Melakukan konfigurasi PLC untuk mengetahui BOQ (Bill of Quantity) Client
  4. Support Tim Sales : membuat penawaran/Quotation & techical service after sales

Pada titik ini, banyak sekali gap yang saya rasakan antara dunia kuliah dan dunia kerja, diantaranya :

  • Pas kuliah gak pernah wiring transmitter
  • Pas kuliah gak pernah wiring PLC
  • Pas kuliah gak pernah setting Transmitter
  • Pas kuliah gak pernah ngerimping cable
  • Pas kuliah gak pernah liat screw terminal dan spring terminal
  • Pas kuliah gak pernah tau wire looping itu gimana, dan sebagainya

Jujur semua itu saya pahami pelan2 ketika saya pertama kali terjun ke vendor, dan dibimbing langsung oleh senior.

Mindset yang menurut saya harus dimiliki oleh seorang freshgraduate ketika baru lulus kuliah itu menurut saya adalah "kejar ilmu dulu, rate/salary akan menyusul". Ilmu di lapangan itu sangat mahal harganya, terutama kita bisa lihat secara real masalah apa yang sering terjadi dan bagaimana menyelesaikannya.

pressure transmitter

flowmeter transmitter

remote display-pressure differential transmitter

ultrasonic flow transmitter

radar level transmitter

2. Gap antara dunia kuliah dan kerja (Consultant Engineering)

Tahun 2024, saya pertama kali merasakan kerja sebagai engineer di salah satu konsultan engineering. Project yang di handle mostly project di Company/Client Oil and Gas, namun disini lebih ke arah fase Project FEED (Front End Engineering Design).

Saya mengemban tanggungjawab sebagai Instrument Engineer, dengan responsibilities :

  1. Survey ke site/client untuk mengetahui kebutuhan client (Onshore & Offshore Site)
  2. Prepare Instrument Document.
  3. Discuss dengan Tim Instrument Design dalam mempersiapkan document Drawing.
  4. Meeting dengan Client (Technical / Non Technical Discuss)

Pada fase ini, gap yang saya rasakan di antaranya :

  1. Bisa memahami P&ID lebih dalam. Saat kuliah, kita mungkin hanya di ajari tipe2 valve : Butterfly, Globe, Gate, Ball, dll. Disini saya belajar, bahwa sebenarnya tujuan utama valve itu sebenarnya 2 : Modulating/Control & Shut-Off. Dari namanya kita sudah mengerti, bahwa control valve itu digunakan untuk mengendalikan suatu variabel/parameter. Sedangkan Shut- Off itu digunakan either untuk fully-open dan fully-close, biasanya untuk tujuan safety.  Jikalau kita kembali ke tipe2 valve tadi, maka : Tipe Globe Valve digunakan untuk tujuan Control, sedangkan tipe valve lainnya (Gate/Ball/Butterfly) digunakan untuk tujuan untuk Shut-Off.
  2. Bisa memahami spesifikasi dan pemilihan intrument lebih dalam. Dalam setiap standar project, pasti ada dokumen spesifikasi, Dokumen ini berisi tata cara, aturan/rules, dan minimum spesifikasi yang harus ada dimiliki oleh device instrument tertentu. Spesifikasi seperti apa yang dimaksud? Bisa berupa beberapa parameter, misalnya : Material minimum : 316SS, Akurasi minimum : 1%, Comply dengan standar International tertentu, dan lain-lain.
  3. Bisa survey langsung ke lapangan. Survey ini bertujuan untuk memvalidasi kebutuhan aktual di lapangan, dengan existing drawing yang client punya, apakah masih sama atau sudah terdapat discreppancy. Mungkin selama kuliah, hanya ada kesempatan ke site ketika Kerja Praktik, dan itu pun hanya sebatas "melihat2 saja", karna memang mahasiswa KP tidak memiliki wewenang apapun selain hanya belajar dan mengamati.
  4. Bisa memahami standar minimum Instrument Dokumen yang biasanya harus di prepare dalam sebauh project. List dokumen ini biasanya tertera di MDR (Master Document Register). Beberapa dokumen Instrument : 
  • Specification (biasanya dipecah lagi, ada Spec General Instrument, Spec Control Pakcage, dll)
  • Datasheet (biasanya di pecah per device, misal : Datasheet Pressure/Level/Temperature/Flow Transmitter, Gauge, Valve, Cable, dll). Pokoknya apapun device Instrument yang bakal ada, biasanya punya dokumen dedicated Datasheet.
  • Cause and Effect Matrix : Berisi sebab akibat ketika suatu aksi dilakukan (misal jika Pressure Alarm High High triggered, maka valve akan terbuka (misal)).
  • Dokumen lainnya : Intrument Index, I/O list, Bill Of Material
  • Dokumen Drawing : Ini dibuat di software AUTOCAD oleh Intrument Designer/Drafter, tapi designer menerima input dari Engineer. Di antaranya : Architecture Diagram, Cable Block Diagram, Loop/Termination Diagram, Installation Detail, Process Hook-Up Detail, dll.
pertama kali menginjakkan kaki di platform - 2024


Untuk selanjutnya. mungkin kita akan bahas detail ketika saya pertama kali bekerja di divisi DED (Detail Engineering Design)

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Management Trainee (Mill) di PT. KLK Agriservindo, Berau, Kalimantan Timur (Juli 2020) | PART 3

Bimbang.... Yogyakarta (Juli 2020) Setelah second stage interview KLK, sebenarnya saya mengikuti 2 final interview di perusahaan lain (bukannya saya sombong, hanya memberikan point of view lain aja). Satu pabrik kertas terbesar di Indonesia yang berlokasi di Riau, satunya lagi di salah satu perusahaan refurbishment Valve di Tangerang. Keduanya juga memberikan penawaran kepada saya, namun pertimbangan terbesar saya waktu itu ada 2 :  Jabatan dan Gaji Ya wajar aja, saya mencoba realistis dengan money oriented ketika saya masih fresh graduate. "Perusahaan asing nih, ntar bisa jadi manager juga. Masalah lokasi di tengah hutan, urusan belakangan aja lah, toh juga dulu kecilnya dekat kebun sawit", pikir saya. Tanpa pikir panjang (dengan pertimbangan selama 2 hari wkwk),hari H ketika saya menerima email kelulusan dari KLK, saya langsung menolak 2 perusahaan tersebut dan memilih KLK. Tahap selanjutnya adalah offering secara virtual melalui Microsoft Team sehari setelah email dikirim....

Pengalaman Management Trainee (Mill) di PT. KLK Agriservindo, Berau, Kalimantan Timur (Juli 2020) | PART 1

Kerja di KLK ?                    Sebenarnya ini salah satu pengalaman yang berkesan dalam hidup saya, walau akhirnya tidak jodoh dengan perusahaan bersangkutan. Bukan berarti semua yang berkesan harus berbuah manis kan? Hehehe.. Juli 2020, Yogyakarta           Saya diundang untuk interview (via Microsoft Team) atas lamaran yang saya apply. Ya, PT. KLK Agriservindo, perusahaan asal Malaysia yang bergerak di bidang perkebunan dan pengolahan hasil kelapa sawit. Saat itu saya melamar posisi MT Mill (Pabrik), karena saya rasa....ya lebih tepat aja dengan latar belakang studi saya wkwk.  Beginilah proses interviewnya yang masih saya ingat : Pukul 09.00 (First Stage Interview)           Saya mendapat kesempatan untuk interview dengan salah satu petinggi KLK, Bapak tersebut warga negara Malaysia. Beliau meminta saya untuk memperkenalkan diri dengan Bahasa Inggris. "Good ...

Membuat PLC dan HMI program untuk flowmeter | INSTRUMENT PART 7

PLC and HMI Programming Using TIA PORTAL V16 SIEMENS Dah lama nih gak nulis tentang instrumen lagi. Di bagian ini saya akan mencoba membuat program PLC dan HMI untuk pengukuran laju aliran menggunakan flow transmitter tentunya. Oiya saya mau cerita sedikit tentang instrumen khususnya PLC  wkwk. Dulu pas kuliah seperti yang pernah saya sampaikan, peminatan saya sebenarnya abu-abu wkwk. Abu-abu dalam artian saya selalu cari aman kalau ngambil mata kuliah. Berhubung PLC merupakan mata kuliah peminatan dan saya dari dulu merupakan orang yang benci segala sesuatu yang berbau "programming", akhirnya saat itu saya putuskan untuk tidak ambil matkul PLC wkwk. Nah baru setelah lulus, saya mengikuti pelatihan PLC di CITA (Center for Instrumentation and Automation) Institut Teknologi Bandung. Awalnya saya mengikuti dengan sedikit sulit (karna saya lemah di logika wkwk), namun tetap bisa mengikuti pelah-pelan lah wkwk. ITB 2019 Berhubung Siemens tidak memiliki produk data logger, sementar...